hantu hidupku

Posted on 18.47 by Yudas of freedom

Duka itu kini kian sering mengunjungi hati
Gerbang hati yang dulu kokoh kini runtuh oleh nyanyian duka
Akankah duka ini terus menyayat hati
Hingga hati tak kuasa lagi tuk meratap

Wahai gulita........
Mengapa kau datang dan tebarkan luka
Mengapa hati ini yang kau jadikan tempat tuk bersinggah
Tiadakah kau iba melihat ratapannya
Hingga kapan kau kan menyiksa ia

JIWA YANG BERDUKA

Wahai duka yang terus menghantui jiwa
Hentikan tebaran panahmu yang kan menghancurkan ia
Jiwa ini kini kian lemah
Hingga tak kuasa ia tuk menopang langkahnya

Wahai jiwa yang tengah berduka
Jangan kalah oleh hantaman duka
Dimana sinaran yang dulu kerap menerangi jiwa
Jangan padamkan ia
Kembalikan sinaran cerahnya
Agar hati ini dapat kembali menatap indahnya dunia

.

SELAMAT TINGGAL

Posted on 18.44 by Yudas of freedom

Dua hari lalu langit terlihat putih-putih menebal menggumpal
Putih-putih itu ternyata butiran salju lembut menyentuh bumi
Misteri salju putih dan lembut tersembunyi saat mata tak berkedip
Namun belum kusentuh sudah membekukan hatiku dan darahku

Bangun dari tidur ada berita yang membuatku membiru luka
Begitu mudah cinta-cinta pergi dan datang, hangat dan dingin
Menghilang ragamu, tapi energimu singgah disetiap ruang rinduku
Jejak-jejak cintamu mematri ditubuhku, dan akan selalu abadi

Setulus hati, aku ingin disana ketika waktumu tiba meraih nirwana
Setulus hati, hari ini ada luka dihati, ada air berlinang dari mataku
Setulus hati, kurasakan energi sucimu ada disini memelukku hangat
Setulus hati, berjuta kali mohon ampunanmu, karena aku tidak ada disana

PUISIKU

Posted on 18.40 by Yudas of freedom

PuisiKu
Selarik puisi duka kutulis untukmu
Bait-baitnya adalah air mata
Aksaranya serpihan hati yang terluka
Selarik puisi duka kutulis untukmu
Penuh doa agar engkau membacanya
Mengejawantahkannya
Bila kau muak, bertambahlah dukaku
Selarik puisi duka kupersembahkan untukmu
Dengan air mata
Minus tawa
Tanpa senyum
Puisi dukaku telah kau terima
Ia merasukimu
Meluruhkan tirani hatimu
Adakah kau memahami dukaku