Kematian

Posted on 08.48 by Yudas of freedom

Kematian adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian, tubuh makhluk hidup mengalami pembusukan.

Istilah lain yang sering digunakan adalah meninggal, wafat, tewas, atau mati.

Penyebab-penyebab kematian

  • Seiring penuaan usia makhluk hidup, tubuh mereka akan perlahan-lahan mulai berhenti bekerja.
  • Jika tubuh tidak mampu melawan penyakit, atau tidak diobati.
  • Kecelakaan seperti tenggelam, tertabrak, dan terjatuh dari ketinggian.
  • Lingkungan dengan suhu yang sangat dingin atau yang terlalu panas.
  • Pendarahan yang diakibatkan luka yang parah.
  • Kekurangan makanan, air, udara, dan perlindungan.
  • Diserang dan dimakan (pembunuhan).
  • Infeksi dari gigitan hewan berbisa maupun hewan yang terinfeksi virus berbahaya.
  • Kematian disaat tidak terbangun dari tidur.
  • Kematian sebelum lahir, karena perawatan janin yang tidak benar.

Ayat-Ayat Kematian

Posted on 08.30 by Yudas of freedom

Ayat-Ayat Kematian

Posted on 07.47 by Yudas of freedom

hantu hidupku

Posted on 18.47 by Yudas of freedom

Duka itu kini kian sering mengunjungi hati
Gerbang hati yang dulu kokoh kini runtuh oleh nyanyian duka
Akankah duka ini terus menyayat hati
Hingga hati tak kuasa lagi tuk meratap

Wahai gulita........
Mengapa kau datang dan tebarkan luka
Mengapa hati ini yang kau jadikan tempat tuk bersinggah
Tiadakah kau iba melihat ratapannya
Hingga kapan kau kan menyiksa ia

JIWA YANG BERDUKA

Wahai duka yang terus menghantui jiwa
Hentikan tebaran panahmu yang kan menghancurkan ia
Jiwa ini kini kian lemah
Hingga tak kuasa ia tuk menopang langkahnya

Wahai jiwa yang tengah berduka
Jangan kalah oleh hantaman duka
Dimana sinaran yang dulu kerap menerangi jiwa
Jangan padamkan ia
Kembalikan sinaran cerahnya
Agar hati ini dapat kembali menatap indahnya dunia

.

SELAMAT TINGGAL

Posted on 18.44 by Yudas of freedom

Dua hari lalu langit terlihat putih-putih menebal menggumpal
Putih-putih itu ternyata butiran salju lembut menyentuh bumi
Misteri salju putih dan lembut tersembunyi saat mata tak berkedip
Namun belum kusentuh sudah membekukan hatiku dan darahku

Bangun dari tidur ada berita yang membuatku membiru luka
Begitu mudah cinta-cinta pergi dan datang, hangat dan dingin
Menghilang ragamu, tapi energimu singgah disetiap ruang rinduku
Jejak-jejak cintamu mematri ditubuhku, dan akan selalu abadi

Setulus hati, aku ingin disana ketika waktumu tiba meraih nirwana
Setulus hati, hari ini ada luka dihati, ada air berlinang dari mataku
Setulus hati, kurasakan energi sucimu ada disini memelukku hangat
Setulus hati, berjuta kali mohon ampunanmu, karena aku tidak ada disana

PUISIKU

Posted on 18.40 by Yudas of freedom

PuisiKu
Selarik puisi duka kutulis untukmu
Bait-baitnya adalah air mata
Aksaranya serpihan hati yang terluka
Selarik puisi duka kutulis untukmu
Penuh doa agar engkau membacanya
Mengejawantahkannya
Bila kau muak, bertambahlah dukaku
Selarik puisi duka kupersembahkan untukmu
Dengan air mata
Minus tawa
Tanpa senyum
Puisi dukaku telah kau terima
Ia merasukimu
Meluruhkan tirani hatimu
Adakah kau memahami dukaku

KERETA IMPIAN

Posted on 22.43 by Yudas of freedom

The man of lost.
'Kereta'
Sebuah kereta telah datang menjemput. Kereta yang sudah lama dinanti. Aku pun lari menyongson. Namun kereta itu hilang dari pandangan. Entah kemana kereta itu pergi. Hari berikutny, ada sebuah kereta yang datang di depan kostku. Kereta itu sangat indah sekali, ada empat kuda yang mengiringnya. Empat kuda putih yang perkasa. Kereta yang indah dihiasi dengan tembaga. Dengan penutup dari kain sutra. Aku tertegun sejenak. Inikah keretaku. Aku kira hanya mimpi dan semoga saja hanya mimpi. Karna ini itu terlalu bagus buatku. Entah kenapa badanku terasa terseret masuk kedalam kereta itu. Kemudian seorang kusir mencambuk kudanya. Keretapun berangkat. Di dalam kereta aku merasa nyaman. Pelan, dan seperti tidak terasa berjalan. Kemudian aku coba untuk menengok keluar lewat tirai di sebelahku. Ah.. Aku terjerebab dan menutup tirai kembali. Ternyata kereta tersebut berjalan sangat kenjang dan terlihat mulai naik ke awan. Kereta apa ini? Semula aku menantikan sebuah kereta raja yang akan menjemputku.. Aku mulai gelisah. Aku coba lagi untuk mengintip di balik tirai.
Haa.. Bener-bener ga bisa dibayangkan. Uh.. Dibalik tirai dan penutup yang rapat itu terliha Warna merah menyalah dimana-mana. Bener.. Inikah yang disebut neraka!? Setelah itu aku kembali menutup tirai lagi. Aku rasa memang bener ini yang disebut dengan neraka, dan kereta indah ini mengantarku kesana. Kurasa memang benar, karena aku memang pantas berada di sini. Dengan pengalaman dan tindakan buruk yang aku lalui sudah sepantasnya aku mendapatkan ganjaran. Hmm.. Ini memang harus aku terima. Di dalam kereta sudah mulai terasa panas sekali. Dalam benakku berkata 'pasti Sebentar lagi sampai'. Aku tidak sabar lagi untuk menerima ganjaran dari apa yang telah aku perbuat.. Aku harus menerimanya. Benar... Kereta berhenti..
Beberapa saat aku nanti namun tidak ada yang datang maupun menjemputku. Kemudian aku berpikir apakah aku harus keluar..
'coba aku intip lagi'. Seorang kakek tua yang berbaju putih dan berjengot panjang berada di sebrang jalan di depan sebuah gerbang dan di antara jurang-jurang api. Lelaki tua itu tak lain adalah kusir kereta ini. Tapi apa yang dilakukan? Dia bersama dengan beberapa lelaki yang berjubah hitam dengan muka yang menyeramkan. Terlihat serius sekali mereka berbincang. Setelah lama kemudian kusir keretapun datang. Aku cepat-cepat menutup tirai itu. 'cetarr..' Kusirpun mencambuk kudanya. Berangkatlah kereta ini.. Aku ga tau mo di bawa kemana lagi. Yang pasti disebelah kiri ada jalan masuk gerbang. Sesuai dengan tempat kereta tersebut berarti masih ada jalan lain, yaitu jalan lurus. Aku nga tau pula sebelah kanan ada jalan lain atau tidak. Karena aku hanya menengok ke arah kiri disebabkn oeh adanya suara orang di balik tirai kiri. Namun aku tidak tau arah kereta ini.
Kereta pun berhenti lagi, ini lah saatnya. Aku membuka tirai lagi dan...