KERETA IMPIAN
Posted on 22.43 by Yudas of freedom
The man of lost.
'Kereta'
Sebuah kereta telah datang menjemput. Kereta yang sudah lama dinanti. Aku pun lari menyongson. Namun kereta itu hilang dari pandangan. Entah kemana kereta itu pergi. Hari berikutny, ada sebuah kereta yang datang di depan kostku. Kereta itu sangat indah sekali, ada empat kuda yang mengiringnya. Empat kuda putih yang perkasa. Kereta yang indah dihiasi dengan tembaga. Dengan penutup dari kain sutra. Aku tertegun sejenak. Inikah keretaku. Aku kira hanya mimpi dan semoga saja hanya mimpi. Karna ini itu terlalu bagus buatku. Entah kenapa badanku terasa terseret masuk kedalam kereta itu. Kemudian seorang kusir mencambuk kudanya. Keretapun berangkat. Di dalam kereta aku merasa nyaman. Pelan, dan seperti tidak terasa berjalan. Kemudian aku coba untuk menengok keluar lewat tirai di sebelahku. Ah.. Aku terjerebab dan menutup tirai kembali. Ternyata kereta tersebut berjalan sangat kenjang dan terlihat mulai naik ke awan. Kereta apa ini? Semula aku menantikan sebuah kereta raja yang akan menjemputku.. Aku mulai gelisah. Aku coba lagi untuk mengintip di balik tirai.
Haa.. Bener-bener ga bisa dibayangkan. Uh.. Dibalik tirai dan penutup yang rapat itu terliha Warna merah menyalah dimana-mana. Bener.. Inikah yang disebut neraka!? Setelah itu aku kembali menutup tirai lagi. Aku rasa memang bener ini yang disebut dengan neraka, dan kereta indah ini mengantarku kesana. Kurasa memang benar, karena aku memang pantas berada di sini. Dengan pengalaman dan tindakan buruk yang aku lalui sudah sepantasnya aku mendapatkan ganjaran. Hmm.. Ini memang harus aku terima. Di dalam kereta sudah mulai terasa panas sekali. Dalam benakku berkata 'pasti Sebentar lagi sampai'. Aku tidak sabar lagi untuk menerima ganjaran dari apa yang telah aku perbuat.. Aku harus menerimanya. Benar... Kereta berhenti..
Beberapa saat aku nanti namun tidak ada yang datang maupun menjemputku. Kemudian aku berpikir apakah aku harus keluar..
'coba aku intip lagi'. Seorang kakek tua yang berbaju putih dan berjengot panjang berada di sebrang jalan di depan sebuah gerbang dan di antara jurang-jurang api. Lelaki tua itu tak lain adalah kusir kereta ini. Tapi apa yang dilakukan? Dia bersama dengan beberapa lelaki yang berjubah hitam dengan muka yang menyeramkan. Terlihat serius sekali mereka berbincang. Setelah lama kemudian kusir keretapun datang. Aku cepat-cepat menutup tirai itu. 'cetarr..' Kusirpun mencambuk kudanya. Berangkatlah kereta ini.. Aku ga tau mo di bawa kemana lagi. Yang pasti disebelah kiri ada jalan masuk gerbang. Sesuai dengan tempat kereta tersebut berarti masih ada jalan lain, yaitu jalan lurus. Aku nga tau pula sebelah kanan ada jalan lain atau tidak. Karena aku hanya menengok ke arah kiri disebabkn oeh adanya suara orang di balik tirai kiri. Namun aku tidak tau arah kereta ini.
Kereta pun berhenti lagi, ini lah saatnya. Aku membuka tirai lagi dan...
0 komentar:
Posting Komentar